Sunday, January 30, 2011

WAKTU ; oleh Khalil Gibran :)

Dan jika engkau bertanya, bagaimanakah tentang Waktu?….
Kau ingin mengukur waktu yang tanpa ukuran dan tak terukur.
Engkau akan menyesuaikan tingkah lakumu dan bahkan mengarahkan perjalanan jiwamu menurut jam dan musim.
Suatu ketika kau ingin membuat sebatang sungai, diatas bantarannya kau akan duduk dan menyaksikan alirannya.
Namun keabadian di dalam dirimu adalah kesadaran akan kehidupan nan abadi,
Dan mengetahui bahwa kemarin hanyalah kenangan hari ini dan esok hari adalah harapan.

Dan bahwa yang bernyanyi dan merenung dari dalam jiwa, senantiasa menghuni ruang semesta yang menaburkan bintang di angkasa.

Setiap di antara kalian yang tidak merasa bahwa daya mencintainya tiada batasnya?
Dan siapa pula yang tidak merasa bahwa cinta sejati, walau tiada batas, tercakup di dalam inti dirinya, dan tiada bergerak dari pikiran cinta ke pikiran cinta, pun bukan dari tindakan kasih ke tindakan kasih yang lain?
Dan bukanlah sang waktu sebagaimana cinta, tiada terbagi dan tiada kenal ruang?Tapi jika di dalam pikiranmu haru mengukur waktu ke dalam musim, biarkanlah tiap musim merangkum semua musim yang lain,Dan biarkanlah hari ini memeluk masa silam dengan kenangan dan masa depan dengan kerinduan.








Written By : Khalil Gibran 

Saturday, January 15, 2011

dari novel A Life :)

"matahari mengeluarkan cahayanya  yang paling indah disore hari .
saat menjelang malam , saat bulan bersiap naik ke tahta dan menguasai langit ..
cahaya oranye , merah dan keemasan disambut indahnya langit biru yang terpantul dari laut dan samudera .

supaya esok ,
langit tetap ingat pada mataharinya yang mempesona .
akupun akan memberikan yang terbaik yang bisa ku berikan padamu .
agar kau terus teringat padaku ..

pada esok, setiap hari yang kulalui ,
dan kuharap seperti langit
kau bisa menyambut pesonaku
meski itu yang terakhir"






Supported By : Novel Teenlit "A LIFE"